<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Kelas ICT di Markas Besar TNI</title>
	<atom:link href="http://www.vlisa.com/2007/12/10/kelas-ict-di-markas-besar-tni/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vlisa.com/2007/12/10/kelas-ict-di-markas-besar-tni/</link>
	<description>it's me</description>
	<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 04:38:59 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
		<item>
		<title>By: rusa emas</title>
		<link>http://vlisa.com/2007/12/10/kelas-ict-di-markas-besar-tni/#comment-204</link>
		<dc:creator>rusa emas</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 16:07:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/2007/12/10/kelas-ict-di-markas-besar-tni/#comment-204</guid>
		<description>bisnis yang diarahkan untk menuju kerugian mah banyak bu lisa, namanya bisnis cuci uang. prakteknya sudah sering dilakukan konglomerat kita. contohnya waktu dulu mereka rame-rame bikin bank dan menggunakan fasilitas dana masyarakat yang terhimpun untuk dipinjam groupnya sendiri. lalu duit rupiah itu dituker ke dolar dan rupiahnya rame-rame diancurin melalui spin-off berita tentang betapa tidak amannya Indonesia menjelang pergantian pimpinan nasional. lalu banknya di titip untuk di"urus" sama bank sentral. yang parah banget umumnya dapat status BBO dan dibubarkan. yang masih lumayan malah dikasih duit yang namanya BLBI. Perusahaan banknya boleh rugi, bubar sekalian kalau perlu, tapi pemilik dan pengurusnya tiong-tiong bawa dolar yang boleh dia tuker dengan rate 11.000 - 15.000 perak. mau contoh laen? lihat aja sejarah berdirinya XL mu itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bisnis yang diarahkan untk menuju kerugian mah banyak bu lisa, namanya bisnis cuci uang. prakteknya sudah sering dilakukan konglomerat kita. contohnya waktu dulu mereka rame-rame bikin bank dan menggunakan fasilitas dana masyarakat yang terhimpun untuk dipinjam groupnya sendiri. lalu duit rupiah itu dituker ke dolar dan rupiahnya rame-rame diancurin melalui spin-off berita tentang betapa tidak amannya Indonesia menjelang pergantian pimpinan nasional. lalu banknya di titip untuk di&#8221;urus&#8221; sama bank sentral. yang parah banget umumnya dapat status BBO dan dibubarkan. yang masih lumayan malah dikasih duit yang namanya BLBI. Perusahaan banknya boleh rugi, bubar sekalian kalau perlu, tapi pemilik dan pengurusnya tiong-tiong bawa dolar yang boleh dia tuker dengan rate 11.000 - 15.000 perak. mau contoh laen? lihat aja sejarah berdirinya XL mu itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: si_palala</title>
		<link>http://vlisa.com/2007/12/10/kelas-ict-di-markas-besar-tni/#comment-186</link>
		<dc:creator>si_palala</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2008 14:53:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/2007/12/10/kelas-ict-di-markas-besar-tni/#comment-186</guid>
		<description>setuju; menambah rezayazdi, Bu Lisa.
ICT sebagai bagian dari kehidupan dan kebutuhan hidup, maka ia mengikuti "hukum" kehidupan itu. Ia juga adalah hidup itu sendiri. Bisa survive lama sekali, tapi juga bisa mati mendadak, tergantung pada, diantaranya, pada  STP --&#62; 5P (kasus hotspot gratis alun-alun di Jatim), seperti yang sudah Ibu posting. MetroStar, ditempat kami sudah hilang dari peredaran, karena kehadiran GSM, apalagi kemudian cdma, tetapi konon ia bisa/masih hidup di tempat lain?
Oh ya, saya bilang: "diantaranya" STP, karena saya kira masih ada faktor lain, misalnya faktor keberuntungan (yang saya lihat banyak diyakini bangsa China; juga yang lain). Sudah berusaha kayak apapun, kalo peruntungannya alias nasib jelek, bisa jadi dia gak bisa 'hidup'.
'tul ngga, Bu??  :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju; menambah rezayazdi, Bu Lisa.<br />
ICT sebagai bagian dari kehidupan dan kebutuhan hidup, maka ia mengikuti &#8220;hukum&#8221; kehidupan itu. Ia juga adalah hidup itu sendiri. Bisa survive lama sekali, tapi juga bisa mati mendadak, tergantung pada, diantaranya, pada  STP &#8211;&gt; 5P (kasus hotspot gratis alun-alun di Jatim), seperti yang sudah Ibu posting. MetroStar, ditempat kami sudah hilang dari peredaran, karena kehadiran GSM, apalagi kemudian cdma, tetapi konon ia bisa/masih hidup di tempat lain?<br />
Oh ya, saya bilang: &#8220;diantaranya&#8221; STP, karena saya kira masih ada faktor lain, misalnya faktor keberuntungan (yang saya lihat banyak diyakini bangsa China; juga yang lain). Sudah berusaha kayak apapun, kalo peruntungannya alias nasib jelek, bisa jadi dia gak bisa &#8216;hidup&#8217;.<br />
&#8216;tul ngga, Bu??  <img src='http://vlisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rezayazdi</title>
		<link>http://vlisa.com/2007/12/10/kelas-ict-di-markas-besar-tni/#comment-152</link>
		<dc:creator>rezayazdi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 07:14:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/2007/12/10/kelas-ict-di-markas-besar-tni/#comment-152</guid>
		<description>Saya orang awam nih bu, kalau "penerawangan" saya, kayak air mineral saja. Ada banyak merek: aqua, 2tang, ades, vit, dsbnya. Tetap survive. Bagi saya telekomunikasi sudah seperti air aja. Semua butuh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya orang awam nih bu, kalau &#8220;penerawangan&#8221; saya, kayak air mineral saja. Ada banyak merek: aqua, 2tang, ades, vit, dsbnya. Tetap survive. Bagi saya telekomunikasi sudah seperti air aja. Semua butuh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

