<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Dashboard</title>
	<atom:link href="http://www.vlisa.com/2008/08/28/dashboard/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vlisa.com/2008/08/28/dashboard/</link>
	<description>it's me</description>
	<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 03:20:55 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
		<item>
		<title>By: Vlisa</title>
		<link>http://vlisa.com/2008/08/28/dashboard/#comment-233027</link>
		<dc:creator>Vlisa</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 14:12:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/?p=205#comment-233027</guid>
		<description>Mas dalang, komen mu kayaknya juga sudah layak jadi tulisan neh...mbok ditulis sendiri. Apalagi sudah paham betul kondisi nya, pasti ciamik kalau sampeyan tulis lho.
Tapi memang betuli hipotesa Anda, tentang kadang dashboard dipersiapkan untuk "menyenangkan" pemilik KPI. Thanks inputnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas dalang, komen mu kayaknya juga sudah layak jadi tulisan neh&#8230;mbok ditulis sendiri. Apalagi sudah paham betul kondisi nya, pasti ciamik kalau sampeyan tulis lho.<br />
Tapi memang betuli hipotesa Anda, tentang kadang dashboard dipersiapkan untuk &#8220;menyenangkan&#8221; pemilik KPI. Thanks inputnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dalang</title>
		<link>http://vlisa.com/2008/08/28/dashboard/#comment-233025</link>
		<dc:creator>dalang</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 05:19:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/?p=205#comment-233025</guid>
		<description>Mbak, artikel dashboard mu uapik tenan, emang beda kalo orang PR yang nulis he he he. Aku urun saran terusannya membahas tentang integritas data yang dikumpulkan suatu organisasi lalu ditampilkan sebagai dashboard. Tempat kerja mbak yang terakhir itu sangat menarik untuk dijadikan source of research tentang bagaimana konsep garbage in garbage out nya suatu siklus informasi dan aksi reaksi antara si dashboard dengan penggunanya. Laporan churn dan migrasi antar different user segment misalnya diambil dari sumber mana saja? Apa betul hanya cukup dari IN, atau seharusnya CDR secara detil? Performansi suatu kantor cabang sebuah bank misalnya, apakah data yang membentuk dashbord kinerja mereka hanya bersumber dari data percabang atau sudah merupakan hasil agregasi antara seluruh cabang yang dimiliki bank tersebut? Lalu bagaimana dengan performansi penyaluran kredit mereka terhadap kondisi perekonomian masyarakat (micro demography) di sekitar kantor cabang itu? Pada akhirnya semua dashboard (as a reporting tools) itu juga terkadang di over-right oleh kepentingan pemilik KPI yang lebih tinggi bukan? Tanpa adanya jaminan integritas sumber data apalagi Business Objectives &#38; Rules yang jelas dan benar, suatu dashboard akan menjadi sumber malapetaka bagi penggunanya toh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak, artikel dashboard mu uapik tenan, emang beda kalo orang PR yang nulis he he he. Aku urun saran terusannya membahas tentang integritas data yang dikumpulkan suatu organisasi lalu ditampilkan sebagai dashboard. Tempat kerja mbak yang terakhir itu sangat menarik untuk dijadikan source of research tentang bagaimana konsep garbage in garbage out nya suatu siklus informasi dan aksi reaksi antara si dashboard dengan penggunanya. Laporan churn dan migrasi antar different user segment misalnya diambil dari sumber mana saja? Apa betul hanya cukup dari IN, atau seharusnya CDR secara detil? Performansi suatu kantor cabang sebuah bank misalnya, apakah data yang membentuk dashbord kinerja mereka hanya bersumber dari data percabang atau sudah merupakan hasil agregasi antara seluruh cabang yang dimiliki bank tersebut? Lalu bagaimana dengan performansi penyaluran kredit mereka terhadap kondisi perekonomian masyarakat (micro demography) di sekitar kantor cabang itu? Pada akhirnya semua dashboard (as a reporting tools) itu juga terkadang di over-right oleh kepentingan pemilik KPI yang lebih tinggi bukan? Tanpa adanya jaminan integritas sumber data apalagi Business Objectives &amp; Rules yang jelas dan benar, suatu dashboard akan menjadi sumber malapetaka bagi penggunanya toh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yodhia Antariksa</title>
		<link>http://vlisa.com/2008/08/28/dashboard/#comment-233008</link>
		<dc:creator>Yodhia Antariksa</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 08:09:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/?p=205#comment-233008</guid>
		<description>Sebuah tulisan yang bagus ve. Saya juga pernah membahas mengenai "dashboard" ini, dalam tulisan mengenai &lt;a href="http://strategimanajemen.net/2008/08/04/menerapkan-performance-management-dashboard/" rel="nofollow"&gt; Performance Dashboard&lt;/a&gt;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah tulisan yang bagus ve. Saya juga pernah membahas mengenai &#8220;dashboard&#8221; ini, dalam tulisan mengenai <a href="http://strategimanajemen.net/2008/08/04/menerapkan-performance-management-dashboard/" rel="nofollow"> Performance Dashboard</a>.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

